Pantauan
Kantor Berita Politik RMOL, terdapat metal detector di pintu masuk masjid Istiqlal. Pemasangan alat ini memang standar saat presiden atau tamu kepala negara datang melawat.
Salah satu antrean panjang di pintu masuk Al-Fattah. Antrean dibagi menjadi 3 bagian yang sudah dipasang metal detector. Tak main-main di setiap bagian antreannya sekitar 100 meter.
Antusiasme menyambut Raja Salman terlihat beberapa di antaranya ada yang membawa spanduk bergambar Raja Salman dan bendera Indonesia dan Arab Saudi. Ada pula yang membawa bendera Arab Saudi yang bertuliskan syahadatain berwarna hijau berukuran kecil.
Mereka ada yang datang dari Medan, Aceh, Riau, Banten, Makassar, bahkan dari Banjarmasin. Kebanyakan mengaku sengaja datang untuk melihat Raja Salman langsung. Mereka senang Raja Salman berkunjung ke Indonesia.
"Kami ini malah rombongan datang dari Aceh, ada lima orang, buat lihat Raja Salman dari dekat," kata Qadar.
Tak hanya masyarakat jauh. Ahmad (36), warga Jakarta, juga sengaja menyempatkan shalat zuhur berjamaah di Masjid Istiqlal karena ingin melihat Raja Salman. Biasanya dia shalat zuhur di kantornya.
Busana yang digunakan masyarakat yang datang pun beragam. Ada yang menggunakan gamis khas Timur Tengah bagi pria, 'abaya (busana panjang hitam dan cadar) bagi wanita dan juga seragam ormas seperti Front Pembela Islam (FPI).
Raja Salman dan Presiden Jokowi dijadwalkan tiba di Masjid Istiqlal Pukul 13.45. Kedua pemimpin akan melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid. Masjid Istiqlal sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kegiatan sang raja, mulai dari toilet hingga lift khusus.
Sebelum berkunjung ke Masjid Istiqlal, Raja Salman dan rombongan akan mengunjungi Kompleks Parlemen Senayan.
[zul]
BERITA TERKAIT: