Rencananya, Raja Salman bersama 1500 rombongan yang terdiri dari 25 pangeran dan 14 menteri akan bertolak ke Bali pada 4-9 Maret 2017. Berbagai persiapan telah dilakukan. Lima Hotel mewah di kawasan Nusa Dua pun disewa : Hotel St Regis Nusa Dua, Hotel Hilton, Hotel Mulia, Hotel Bvlgari dan Hotel Lagoon.
Khusus untuk Raja Salman, rencananya akan menginap di Hotel St Regis Nusa Dua. Sejak kemarin, hotel itu steril dari pengunjung selain rombongan Raja Salman. Sterilisasi sudah dilakukan, termasuk memasukkan barang-barang pribadi milik raja.
Demi kenyamanan raja, berbagai perabotan pribadi dibawa jauh-jauh dari Saudi ke Bali.
Di antaranya televisi jumbo 80 inci, hingga sebuah kursi dengan harga fantastis : Rp 17 miliar. Entah, seperti apa wujud kursi seharga dua Lamborgini itu. Pastinya, barang-barang itu sudah tertata apik di kamar tempat menginap Raja Salman.
"Untuk tangga pribadi dan mobilnya iya sudah tiba di Bali. Termasuk juga saya dapat info Raja Salman juga membawa langsung kursi pribadinya senilai Rp 17 miliar serta televisi 80 inci," ujar Ketua
Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies, I Ketut Ardana, di Bali, kemarin.
Untuk mengangkut logistik termasuk barang-barang pribadi milik Raja Salman, pihak Arab Saudi menyewa 45 truk yang ada di Bali. Untuk mobilisasi berwisata selama enam hari di Bali, rombongan Raja Salman setidaknya telah menyewa 360 kendaraan mewah, seperti Mercy dan (Toyota) Alphard, serta model limusin. Sebanyak 20 bus isi 45 kursi juga disewa. Untuk memenuhi kebutuhan, kendaraan sewaan juga didatangkan dari luar Bali.
Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, Budiharjanto, mengatakan, barang-barang logistik milik Raja Salman sudah sampai di Bali sejak 18 Februari lalu. "Barang-barang pribadi keperluan Raja selama di Bali. Salah satunya ya kursi. Di dalamnya termasuk juga makanan," ucapnya.
"Kalau Alphard sekitar 100 unit, Mercy yang disewa ada 20 unit. Ini belum termasuk sewa 20 bus yang berisi 45 kursi per bus serta 45 truk untuk mengangkut barang-barang Raja Salman dan rombongan," katanya.
Apa saja kegiatan Raja Salman di Bali? Sepertinya, kegiatan sang raja akan lebih banyak menghabiskan waktu di area hotel. Pasalnya, usia sang raja sudah mencapai 81 tahun. Namun, tidak dengan rombongan raja baik itu para pengeran maupun rombongan. Mereka, akan menikmati alam Bali yang eksotik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, memastikan rombongan Raja Salman tidak akan keluar dari area Nusa Dua. Pasalnya, tujuan mereka ke Bali, adalah agar sang Raja dapat beristirahat usai kunjungan kenegaraan. "Mereka akan berada di Nusa Dua tujuan utamanya, raja beristirahat," ujar Arrmanatha.
Bahkan, Arrmanatha menyampaikan tidak ada pantai yang ditutup selama Raja Salman berada di Bali. Kegiatan masyarakat di Pulau Dewata akan berlangsung seperti biasa. "Tidak akan ditutup secara khusus," katanya.
Sebelumnya, di Jakarta, barang-barang Raja Salman seberat 63 ton juga sudah tiba. Barang seberat ini berisi antara lain tangga pesawat, mesin x-ray, furniture dan 4 unit mobil Mercy tipe S600.
Terpisah, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Al-Shuibi menyampaikan hal serupa dengan Tata. Saat Raja Salman datang, Dubes Osama memastikan tak akan ada tempat yang ditutup. Masyarakat pun akan beraktivitas seperti hari-hari biasa.
"Kita sudah sepakat berkaitan kunjungan ke Bali sisi keamanan itu langsung ditangani Kepolisian Indonesia. Kegiatan di Bali juga akan normal tidak akan ada yang ditutup," paparnya. "Kami ke Indonesia tidak akan ganggu aktivitas masyarakat selama kunjungan kami. Saudi akan mengikuti apa yang telah diputuskan dan diarahkan Indonesia," tambahnya.
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, akan berlibur ke Bali pada 4-9 Maret 2017 bersama dengan 25 pangeran dan 14 menteri. Sebelumnya, Raja Salman melakukan pertemuan kenegaraan dengan Presiden Jokowi di Jakarta. ***
BERITA TERKAIT: