Begitu kata politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (1/3). Sehingga, pernyataan Titiek Soeharto yang menyebut bahwa "Saya lebih takut Tuhan daripada partai" dinilai Doli bukan tanpa makna. Menurutnya, pernyataan itu memiliki dua makna sekaligus.
"Pertama, Golkar yang "ngotot" mendukung Ahok, tak lagi dekat, se-aspirasi, bahkan berhadapan dengan mayoritas ummat Islam. Kedua, Golkar telah kehilangan karakter sebagai Partai Politik yang nasionalis-religius. Bahkan seperti tak punya karakter karena hanya mengedepankan pertimbangan pragmatisme semata," ujarnya.
Sementara itu, sebagai kader muda Partai Golkar, Doli menilai pernyataan Titiek itu membawa pesan bahwa kader tidak perlu takut berbeda dengan pemimpin yang telah menyimpang dari nilai dan karakter hakikinya Golkar.
"Pesan kedua adalah kepada kita semua kader yang masih cinta Golkar dan bangsa Indonesia, ikutilah hati, akal sehat, serta keyakinan berdasarkan petunjuk dan ajaran Tuhan di dalam memilih pemimpin," sambungnya.
"Bukan karena tekanan, ancaman, intimidasi, dan transaksional. Saya yakin bila ditanya kepada siapapun yang pernah memimpin Golkar, pasti hati dan pandangannya akan sama dengan apa yang disampaikan Mbak Titiek. Pak Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, dan Aburizal Bakrie, masih ada dan bisa ditanya," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: