"Pada masa pemerintahan otoriter Orde Baru, ketika ruang-ruang publik dikendalikan oleh penguasa, rapat kerja partai dilaksanakan di bawah pohon di kebun Kebagusan. Pohon dan tanaman menjadi saksi bagaimana demokrasi arus bawah berkonsolidasi melawan tirani," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Jakarta (Selasa, 14/1).
Atas dasar kesejarahan itulah, maka pada pelaksaan Pilkada DKI Rabu (15/2) besok, Megawati bersama keluarga memutuskan untuk memberikan suaranya di TPS Kebagusan.
Hasto menambahkan, Pilkada serentak 2017 dan khususnya DKI Jakarta adalah ujian kematangan demokrasi Indonesia. Di mana demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat seharusnya menempatkan rakyat sebagai hakim tertinggi.
"Dengan demikian kualitas kepemimpinan calonlah yang seharusnya menjadi dasar pilihan nurani. Pilkada tidak boleh menjadi alat kekuasaan yang menghalalkan segala cara untuk menang," ucap Hasto.
Berkaitan dengan Pilkada serentak, Hasto menegaskan bahwa PDIP terus berjuang mencapai target kemenangan.
"Seluruh tahapan sudah dilakukan. Kami kawal suara disetiap TPS. Satgas anti money politic kami bentuk, serta partai menyatu dengan relawan dan rakyat," demikian Hasto.
[wid]
BERITA TERKAIT: