SMI menyatakan bahwa proyeksi kondisi perekonomian 2017 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya asalkan tidak terganggu dinamika politik yang tengah terjadi.
"Bukankah hiruk-pikuk politik yang terjadi melibatkan Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan? Sehingga muncul kecurigaan SMI bermaksud menyalahkan Jokowi yang dianggap tidak bisa menciptakan stabilitas politik," ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA), Sya'roni, kepada redaksi sesaat lalu (Jumat, 10/2).
Saat ini, suhu politik Indonesia sedang memanas menyusul agenda pilkada serentak dan adanya demonstrasi penistaan agama. Tidak ada yang salah dari kedua aktivitas politik ini karena telah diatur dan dijamin oleh undang-undang.
"Mestinya sebagai bawahan presiden, SMI bisa berkonstribusi meredam situasi yang memanas. Banyak hal yang bisa dilakukan, yang paling mudah diantaranya menyatakan jaminan bahwa dinamika politik yang terjadi tidak akan mengganggu kinerja ekonomi Indonesia," kata Sya'roni.
Oleh karenanya, menurut dia, SMI layak ditendang karena sejak dilantik menjadi Menkeu tidak juga menunjukkan kinerja yang cemerlang. Buktinya, pertumbuhan ekonomi 2016 stuck di angka 5,02%. Bahkan di kuartal IV/2016 pertumbuhan ekonomi hanya bertengger di level 4,94%.
"Jadi terpampang jelas sikap SMI menyeret dinamika politik sebagai biang keladi atas lambannya laju ekonom," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: