"Buku 'Merubah Indonesia' ini sebagai bukti bahwa ternyata Ahok ini berulang kali menggunakan ayat Surat Al Maidah untuk kepentingan politik dia," ujarnya kepada wartawan usai memberikan kesaksian di persidangan Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).
Menurut Muchsin, Ahok kerap menggunakan ayat di Surat Al Maidah dalam beberapa kunjungan kerjanya. Namun demikian, Muchsin membantah klaim pihak Ahok yang menegaskan jika penggunaan surah Al Maidah yang digunakan oleh gubernur nonaktif DKI Jakarta itu hanya pada lawan politiknya saja, bukan seluruh umat Islam.
"Mereka merasa bahwa Surat Al Maidah digunakan melawan politik-politik yang busuk. Saya katakan dia tidak menyebutkan lawan politik di Kepulauan Seribu, tetapi jangan mau dibohongi Surat Al Maidah. Kecuali kalau dia sebutkan, ini surat untuk lawan politik busuk, itu boleh. Kenapa saya melaporkan dia? Dia menghina Al Quran," tegas Muchsin.
Muchsin juga membantah pihaknya melapor Ahok karena alasan kebencian. Secara pribadi, kata Muchsin, pihaknya tidak memiliki masalah dengan Ahok.
"Tetapi dia telah menista agama. Terdakwa sepertinya tidak suka, bahkan dia katakan banyak yang tidak suka FPI, saya katakan bahkan di Jakarta sendiri banyak yang tidak suka anda," tutur Muchsin.
Dia mengaku tahu ucapan Ahok melalui rekaman video di YouTube Pemprov DKI Jakarta dan melaporkan ke pihak penegak hukum karena menilai Ahok menghina ayat dalam surah Al Maidah karena mengatakan dijadikan alat berbohong.
"Saya melapor sebagai pribadi karena ayat suci kami dihina. Kemudian atas nama FPI DKI Jakarta dan juga atas nama 39 ormas saat di Bareskrim Polri," demikian Muchsin.
[ian]
BERITA TERKAIT: