Begitu imbauan Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI (KA KBHMI) dalam siaran pers yang dibacakan Ketua Umum PB HMI Mulyadi M Tamsir di Kahmi Center, Jalan Turi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/12).
"Peserta aksi HMI yang tidak bisa datang ke Jakarta diminta untuk aksi di daerah masing-masing. Instruksi memang baru hari ini diberikan, tapi konsolidasi sudah dari jauh-jauh hari," ujarnya.
Sementara itu, ribuan kader HMI sudah mulai berdatangan ke Jakarta untuk ikut aksi super damai di Monas besok.
"Dari sumut datang ada seribu, belum lagi dari Jawa Timur, Lampung, Riau, Kepri juga ada yang ke Jakarta," sambungnya.
Mulyadi menegaskan bahwa tuntutan dalam aksi ini cuma satu, yaitu ingin Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah jadi tersangka atas kasus penistaan agama segera ditahan.
"Demi tetap menjaga Indonesia sebagai negata hukum dan tuntutan rasa keadilan, kami tetap mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama segera Dipenjarakan!" lanjutnya.
Sementara itu anggota Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI, Ahmad Doli Kurnia menjelaskan bahwa kader HMI akan berkumpul di Bundaran HI sebelum kemudian ikut bergabung ke Monas.
Menurutnya, dalam aksi ini kader HMI akan ikut pada kesepakatan antaran GNPF-MUI, MUI, dan Polri yang membatasi aksi hanya di Monas.
"Jadi titik kumpul kita di Bundaran HI. Baru jam setengah 8 kita jalan menuju Monas. Kita taat ulama dan putusan ulama bahwa aksi selesai usai Salat Jumat," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: