Begitu kata Pemred
Obor Rakyat Setyardi Budiono saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL jelang pembacaan pledoinya atas dakwaan menghina nama baik Joko Widodo dalam Pilpres 2014.
"Namanya pilpres, media masa itu pasti punya jagoan.
TV One punya jagoan,
Metro TV punya jagoan dan bukan hanya Pak Jokowi saja yang diserang," ujarnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).
Serangan saat pilpres, lanjutnya, juga dialami oleh Prabowo Subianto sebagai pesaing Jokowi. Saat itu bahkan Prabowo disebut sebagai pembunuh berdarah dingin oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang yang mendukung Jokowi-JK, Hendropriyono.
"Dan belakangan itu tidak dapat dibuktikan. Ada juga yang sebut Pak Prabowo ini sebagai Hitler," sambung Setyardi.
Ia kemudian membandingkan sikap Prabowo dan Jokowi dalam menyikapi Serangan tersebut. Jokowi, lanjutnya, kurang rela dirinya dikorek media, sehingga timnya mempolisikan
Obor Rakyat.‎ Berbeda dengan sikap Prabowo dan pendukungnya yang legowo.
"Saya sangat apresiasi sikap Prabowo yang bilang itu hanya bunga-bunga demokrasi, apalagi pilpres. Jadi seharusnya Jokowi meniru kerelaan Prabowo yang sama-sama dihujat," ujarnya.
Obor Rakyat dilaporkan pendukung Jokowi karena dinilai telah menghina nama baik Jokowi. Saat ini, Setyardi bersama dengan redaktur pelaksana
Obor Rakyat Darmawan Sepriyosa didakwa dengan pasal 310 KUHP dan terancam hukuman 1 tahun penjara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: