Kebijakan Impor Cangkul Memalukan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 02 November 2016, 19:16 WIB
Kebijakan Impor Cangkul Memalukan
Net
rmol news logo Rencana pemerintah melakukan impor cangkul dari Tiongkok menimbulkan pro dan kontra. Pemerintah beralasan, impor dilakukan lantaran kebutuhan cangkul yang mencapai rata-rata 10 juta unit per tahun belum mampu dipenuhi oleh industri lokal.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Achmad Hafisz Tohir menilai bahwa kebijakan tersebut sangat memalukan harkat dan martabat bangsa. Pasalnya, Indonesia sebagai negara agraris seharusnya dapat memproduksi alat pertanian sendiri.

"Memalukan. Sebagai bangsa yang besar serta hidup dari pertanian dan hasil kehutanan sudah selayaknya kita memproduksi sendiri alat-alat mekanisasi pertanian tersebut," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/11).

Menurut Hafisz, terdapat persoalan dalam industri pertanian Indonesia sehingga mengedepankan membeli barang dari luar negeri ketimbang melakukan sembada sendiri.

"Ada yang salah dalam industri pertanian kita ini," katanya.

Lebih jauh, tambah wakil ketua Komisi XI DPR tersebut, kebijakan impor cangkul menjadi cerminan bahwa pengelolaan industri yang dilakukan pemerintah gagal dalam membina usaha kecil dan menengah (UKM) khususnya pengrajin alat-alat pertanian.

"Ini pengelolaan industri dalam negeri yang terburuk sepanjang Reformasi," demikian Hafisz. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA