CHAT NEWS

Orang Jakarta Paling Bahagia, Fakta Apa Hoax?

Jumat, 21 Oktober 2016, 08:56 WIB
Orang Jakarta Paling Bahagia, Fakta Apa Hoax?
Basuki Tjahaja Purnama/Net
rmol news logo Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyatakan indeks kebahagiaan Jakarta tertinggi di Indonesia menimbulkan pro dan kontra. Di linimasa, sikap netizen terbelah, ada yang setuju ada yang menolak. Masa sih, Hok?

Ahok menyatakan warga DKI paling bahagia se-Indonesia saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Gebang Sari di Bambu Apus, Jakarta Timur. Kata dia nih, indeks kebahagiaan DKI Jakarta tertinggi di Indonesia. "Warga Jakarta tidak semua beruntung punya taman yang luas, nggak saling kenal, keluarga jarang kumpul. Harapan kami RPTRA bukan hanya taman tapi tempat ruang publik bagi seluruh keluarga mulai dari janin sampai lansia cocok. Supaya bisa berkumpul dan menikmati bersama di satu lokasi," ungkap Ahok dalam sambutannya.

Menurut Ahok, indeks kebahagiaan di DKI paling tinggi di Indonesia yakni 78,9 poin. "Dunia yang sangat maju 80. Kalau capai ini kita sejajar dengan dunia. Sekarang begitu lahir, warga DKI bisa usia 78 tahun meninggal. Tetapi kalau suka merokok, bawa mobil motor melawan arus ya nggak tahu. Saya sih inginnya warga DKI bisa sampai 80 tahun," papar Ahok tanpa menyertakan sumber survei.

Kebahagiaan warga Jakarta juga ditunjang oleh berbagai program Pemprov. Seperti beasiswa bagi siswa sekolah yang lolos Perguruan Tinggi Negeri dibiayai Rp 18 juta per tahun. Malahan, tahun depan, Ahok akan meningkatkannya hingga Rp 25 juta. Yang paling anyar, Ahok berencana mengadakan program menyekolahkan anak-anak di pesantren. "Kan nggak semua orang mau jadi sarjana. Ada yang mau jadi Kyai kan? Bahkan orang Jakarta mau sekolah santri di luar, tahun depan akan kami biayai supaya bukan cuma pintar tapi takut akan Tuhan," sambungnya.

Di bidang kesehatan, lanjut Ahok, Pemprov menanggung biaya rawat inap di kelas 3. Di bidang ekonomi, pasar kulakan sembako dengan harga murah milik Pemprov dinilai mengurangi beban ibu-ibu. "Februari tahun depan kita punya perkulakan kaya makro milik kami. Bapak-ibu yang punya Kartu Jakarta Pintar bisa beli di Pasar Jaya kami, belanjanya murah. Kami dorong yang gaji pas-pasan naik bus tidak bayar, rumah susun subsidi, BPJS Kesehatan. Ini untuk ibu-ibu supaya nggak ngomel mulu," candanya, disambut tawa.

Menanggapi pernyataan Ahok, netizen pro dan kontra. Ada yang mengamini, ada pula yang membantah. Di Twitter, akun @bsetiawan55 setuju dengan Ahok. "Itu bukan klaim, tapi hasil survei. Jadi obyektif," kicaunya, senada dengan @sumidi88. "Yang gak bahagia itu hanya orang-orang yang tidak bisa nyolong uang rakyat lagi. Apalagi sekarang ruang dah sempit," kicaunya. Ada pula yang membantah Ahok. Akun @FbriRahmatullah tak percaya begitu saja. "Harus dicek klaim @basuki_btp. Jangan-jangan orang yang digusur paksa ga disurvei," cuit dia.

Di kolom komentar berita terkait, ada ratusan komentar yang pro dan kontra. Pembaca @henriaguspinoria keras membantah. "Bahagia apa to Hok-Hok. Di Jakarta malah banyak orang stres. Kendaraan berjubel, kerja ga ingat waktu, jarang ketemu keluarga, hidup was-was saking maraknya kejahatan, prostitusi, gelandangan, pengemis. Kalau banyak duit mah bukan ukuran bahagia," tulisnya. Sedangkan Achmad Subang juga tak percaya. "Ahhh masaaa. Yang benerrrr. Emang macet bikin bahagia? Hok-Hok," tulisnya, disamber Donny Andi. "Mungkin banjir macet dan infrastruktur amburadul sumber kebahagiaan versi Ahok," tulisnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA