Dimana, kubu Romi yang diakui Pemerintah, memilih mengusung Agus Yudhoyono-Syilvianan Murni. Sementara kubu Djan lebih memilih mendukung pasangan petahanan Ahok-Djarot.
Namun demikian, yang menarik adalah, salah satu kader PPP kubu Djan yaitu Abraham Lunggana alias Haji Lulung, enggan mengikuti keputusan atasannya dalam hal mendukung Ahok-Djarot.
Mengetahui pembelotan pria yang kini duduk di kursi DPRD Jakarta itu, Sekjen DPP PPP, Arsul Sani antusian mengajak Haji Lulung bergabung dengan kelompoknya.
"Kita buka pintu lebar untuk Haji Lulung," ajak Arsul ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10).
Arsul yang juga Anggota DPR ini kemudian meyakinkan Haji Lulung bahwa PPP kubu Romi lah yang sesungguhnya diakui Pemerintah. Artinya, apa yang diberikan terhadap pasangan Agus-Sylvi bukanlah hanya sekedar dukungan, melainkan usungan.
"Kalau pendukung itu atas nama pribadi atau ormas, karena tidak dihitung KPU," jelas Arsul sembari mengatakan PPP kubu Djan hanya berjumlah sedikit lagi.
[rus]
BERITA TERKAIT: