"Secara umum ada tiga yaitu serangan darat, serangan udara dan operasi politik. Operasi politik ini teman sebelah sana melakukan apa, apa yang bisa kita buat, kita potong, kita kerja sama," beber Mardani Ali Sera selaku ketua tim pemenangan Anies-Sandi usai rapat di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta (Kamis malam, 6/10).
Dia menjelaskan, melakukan serangan darat yakni dengan menyiapkan relawan hingga basis tempat pemungutan suara (TPS). Mengingat, terdapat 1.2504 TPS yang harus dijaga relawan pada pemungutan suara Februari 2017 mendatang.
"Di tingkat RW juga disiapkan koordinator RW. Terus setiap gang ada guntarlih (regu penggerak pemilih). Itu untuk tim teritori," kata Mardani.
Menurutnya, secara umum, fungsi relawan yang akan dibentuk adalah sebagai jadi saksi di TPS. Sekaligus untuk mendata potensi swing voters atau suara mengambang untuk diajak memilih pasangan yang diusung Gerindra bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
"Ada tim serangan udara, mulai dari tim konvensionalnya, sosmed dan tim data saksi. Tanggal 8 Oktober kita akan punya DPS (daftar pemilih sementara). Kita akan sisir semuanya. Kami bersyukur karena sudah ada program kerja," demikian Mardani.
[wah]
BERITA TERKAIT: