"Saya intinya, mungkin panglima, slip lidah kali ya. Saya mencoba berpikir seperti itu. Karena kalau tidak ini, saya tidak paham alur berpikir bagaimana yang dimiliki panglima sehingga bisa berpikiran seperti itu," kata Meutya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10).
Sebab menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa semua pihak ingin TNI bekerja profesional dengan hanya fokus pada tugas utamanya dalam menjaga kedaulatan NKRI, dan rakyat.
"Jadi saya tidak paham dasar pemikiran panglima, dan saya harap ini hanya slip lidah dan bisa dijelaskan maksud sesungguhnya dari beliau itu apa. Saya masih mencoba berfikir positif, mungkin ini salah ucap atau maksudnya berbeda dengan yang kita tangkap dari media massa," ujarnya.
Diketahui dalam berbagai kesempatan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo selalu meminta TNI untuk bersifat netral dalam Pilkada. Namun dia yakin bahwa kedepan TNI dapat kembali ikut dalam politik praktis.
"Tapi ya belum siap sekarang, mungkin 10 tahun lagi, atau kapan, tergantung kondisi politik. Karena yang tentukan TNI ikut siapa UU. Yang buat UU, siapa? Pemerintah dan DPR. TNI hanya ikutin saja. Jadi sekarang belum siap," kata Gatot.
[ysa]
BERITA TERKAIT: