Hal itu tercermin dari pernyataan calon petahana Pilkada DKI Jakarta itu yang menuduh bakal calon wakil gubernur dari koalisi Gerindra dan PKS, Sandiaga Uno, sebagai "pengemplang pajak" hanya karena Sandiaga mengikuti program tersebut.
"Ahok menyatakan Sandiaga mengunakan fasilitas Tax Amnesty untuk membayar pajaknya sebagai pengemplang pajak. Ahok menjadi salah satu kepala daerah yang sebenarnya menentang kebijakan pemerintah dalam mencari dana tambahan untuk APBN dalam pembangunan nasional," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono, kepada wartawan, Selasa (4/10).
Bahkan, perkataan Ahok itu sekaligus menuduh Presiden Joko Widodo sebagai pengemplang pajak. Diketahui beberapa waktu lalu bahwa perusahaan milik Jokowi juga mengikuti program tax amnesty. Hal itu diakui oleh Jokowi sendiri meski ia tidak lagi mengurus perusahaan tersebut.
"Selama ini Jokowi adalah pengusaha pengemplang pajak, dan artinya Jokowi tidak jujur saat melaporkan data saat mendaftar sebagai Capres 2014. Jokowi harus tahu bahwa Ahok ingin menggagalkan program pendapatan penerimaan negara," katanya.
[ald]
BERITA TERKAIT: