Bukan tanpa sebab, menurut dia, mayoritas survei tersebut tidak membandingkan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan calon-calon yang kini resmi maju di Pilgub DKI
"Selama ini lembaga survei memposisikan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) di level tertinggi di survei mereka. Dengan formasi baru ini, survei-survei itu harus diulang kalau mau dianggap profesional," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/9).
Habiburrahman meyakini, tampilnya duet Agus-Sylvi dan Anies-Sandi sudah pasti mempengaruhi persepsi masyarakat. Sehingga ada lawan yang apple to apple untuk dibandingkan dengan Ahok karena sudah sama-sama menjadi calon.
"Coba dilakukan lagi (survei), pasti ada perubahan yang signifikan. Kalau dulu kita dikasih donat di meja terus disuruh bandingin sama kue di angan-angan. Ini kan nggak sebanding," pungkasnya.
[sam]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: