Banyak yang mengatakan, Noorsy bukanlah lawan berat Ahok. Mengingat ekonom itu belum memiliki popularitas yang cukup terutama di kalangan masyarakat bawah ibukota.
Lalu siapa lawan sepadan Ahok? Diyakini, calon yang bisa mengimbangi Ahok adalah usungan koalisi besar yang dimotori PDI Perjuangan.
Sementara koalisi besar termasuk PDIP hingga saat ini belum memunculkan nama untuk melawan Ahok yang sudah diusung Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Golkar.
Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan PDIP bisa melirik tiga nama yang bisa disandingkan dengan Sandi Uno yang sudah diusung Partai Gerindra dan PKS. Yaitu, Tri Rismaharini, Rizal Ramli dan Yusril Ihza Mahendra.
Jelas Pangi, tiga nama itu sepadan untuk melawan petahana.
Namun, lanjut dia, kalau dikalkulasikan dengan cermat, RR adalah calon yang tepat berkompetisi dengan Ahok, mengingat dia adalah antitesis Ahok. Apalagi RR saat ini bukan di pemerintahan dan bukan pula salah satu anggota partai politik.
Kalau mendukung Risma atau Yusril resiko politiknya lebih besar.
Misalnya, Risma, PDIP bisa kehilangan Jawa Timur dan Surabaya bahkan Jakarta. (Baca:
Mega Pertimbangkan Kekalahan Ganda Jatim Dan Jakarta)
Sementara Yusril, mendukung Yusril sama saja PDIP membesarkan Partai Bulan Bintang (PBB), partai Yusril, yang sudah dua kali pemilu tidak lolos ke DPR.
"Mendukung Rizal Ramli tidak banyak resiko politik yang diambil PDIP dibandingkan mengusung Risma dan Yusril," demikian Pangi.
[rus]
BERITA TERKAIT: