Macet Maut Brexit, Pemerintah Jangan Cuci Tangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 10 Juli 2016, 20:53 WIB
Macet Maut Brexit, Pemerintah Jangan Cuci Tangan
rmol news logo Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dailami Firdaus menyesalkan sikap pemerintah yang saling menyalahkan dan cuci tangan dalam kasus kemacetan parah di Tol Brebes yang mengakibatkan 17 orang meninggal akibat kelelahan.

"Saya pribadi sangat menyesalkan adanya beberapa pemberitaan seolah-olah saling menyalahkan dan cuci tangan dengan kejadian tersebut. Bahkan terlihat seperti menyepelekan," kata Dailami kepada redaksi, Minggu (9/7).

Seharusnya kata senator asal DKI Jakarta ini, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan pengelola tol berjiwa besar dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada keluarga korban. Mereka juga harusnya memberikan penjelasan yang menyejukan.

"Datangi dan ucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga Korban. Ingat yang menyerukan dan mensosialisasikan agar mengunakan jalur Brexit adalah pemerintah," tegas Bang Dailami.

Lebih lanjut dikatakan dia, kejadian tersebut memperlihatkan ketidakbecusan kementerian terkait.

"Saya tegaskan Pemerintah harus bertanggung jawab atas kejadian ini," tukas cucu ulama besar Betawi yang juga mantan Ketua MUI DKI Jakarta KH Abdullah Syafi'i itu.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA