RESHUFFLE JILID II

Wasekjen PKB: Ada Yang Ingin Dikte Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 04 April 2016, 14:32 WIB
Wasekjen PKB: Ada Yang Ingin Dikte Presiden
Jazilul Fawaid/net
rmol news logo . Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bereaksi keras atas manuver pihak-pihak yang menciptakan opini untuk mengarahkan pemberitaan reshuffle terhadap kadernya.

Wakil Sekretaris DPP Jenderal PKB, Jazilul Fawaid mengatakan ada pihak yang mengincar kursi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar, dengan cara menyebar berita fitnah atau berita yang di luar fakta.

"PKB siap melawan manuver pihak-pihak tertentu. PKB akan melawan segala bentuk penggiringan berita dan melawan ambisi orang-orang tertentu yang ingin merebut Kemendesa," kata Jazil kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/4).

Kepada media tadi malam, Presiden Jokowi mengetahui ada pihak-pihak yang sengaja mendorong-dorong atau mendikte dirinya dalam urusan reshuffle. Karena itu ia menegaskan jangan ada yang mengintervensi dirinya untuk reshuffle kabinet.

"Sikap Presiden sudah jelas, beliau tidak mau ditekan-tekan, tidak mau didikte, dan tidak mau diintervensi. Ini kok ada pihak-pihak yang pengen banget jadi menteri bikin gerakan dan isu macem-macem," tegas Jazil.

Jazil mengaku tidak asal bicara. Akhir bulan lalu, tepatnya pada 23 Maret, ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Forum Pendamping Dana Desa (AFPDS) Jawa Barat berdemonstrasi di Istana Negara. Presiden waktu itu tidak berada di Jakarta. Tak biasanya, ketika itu Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung langsung menerima 17 perwakilan pendemo, dan kepada media terang-terangan menyerang kinerja Menteri Desa Marwan Jafar.

"Kelihatan sekali motifnya, pernyataan Seskab di media ketika itu kan ingin intervensi atau ngatur-ngatur presiden," ujarnya.

Gayung bersambut, usai ditemui Seskab Pramono, para pendemo diterima oleh anggota Fraksi PDIP Diah Pitaloka dan Alex Lukman di Senayan, meski waktu itu lagi reses. Koordinator demonstrasi itu bahkan mengaku bahwa aksinya atas inisiatif politisi PDIP. Selain Pramono Anung dan Diah Pitaloka, politisi PDIP Budiman Sudjatmiko pun jauh-jauh hari ikuti memobilisasi eks pendamping PNPM di beberapa daerah di Jawa Tengah.

"PKB memantau semua manuver atau gerakan pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi Kemendesa di bawah Pak Marwan," ujar Jazil.

Ia juga menjelaskan, manuver dan penggiringan opini ini terjadi sejak 14 Maret lalu saat majalah dan Koran Tempo memberitakan peta reshuffle. Tanpa wawancara dan data akurat, media itu ujug-ujug menampilkan nama Mendes Marwan Jafar sebagai menteri yang layak diganti.

"Dari situ, pemberitaan soal Marwan Jafar di media itu terus negatif, hingga hari ini. Keliatan sekali ingin nekan dan ngatur-ngatur agar Presiden terpengaruhi. Tempo sudah bermain politik ingin menjatuhjan Marwan. Tempo bagian dari setting politik untuk menggiring pemberitaan yang menyesatkan tentang Marwan," demikian Jazil. [rus]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA