Apalagi, ruang perpustakaan DPR yang ada saat ini di kompleks parlemen, Senayan, sebetulnya sudah bagus namun tidak pernah dikunjungi anggota DPR sendiri.
"Saat ini saja perpustakaan sudah bagus. Tapi sayang, perpustakaan sekarang saja jarang dikunjungi anggota Dewan. Pada malas ke perpustakaan karena perpustakaan itu gudang ilmu, bukan gudang duit," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, kepada wartawan, Jumat (25/3).
Ia menduga, "nafsu" Ketua DPR membangun gedung perpustakaan hanya untuk dijadikan proyek anggaran. Ia menyayangkan sikap Akom cepat berubah padahal sebelumnya mantan Ketua Fraksi Golkar itu sudah berjanji menunda pembangunan gedung DPR.
"Padahal integritas, dan penilaian publik seorang pejabat negara diukur dari konsistensi mulutnya ketika berbicara di publik," jelasnya.
Karena itu, CBA meminta DPR segera menghentikan pembangunan gedung baru, baik itu perpustakaan, penambahan ruangan, alun alun demokrasi, dan lainnya.
"Segera kembalikan alokasi anggaran sebesar Rp 570 miliar ke kas negara," tegas Uchok.
[ald]
BERITA TERKAIT: