"Kalau mengacu kepada jargon-jargon kampanyenya saat pilpres 2014, besar peluang Jokowi untuk membuat partai baru di Pilpres 2019," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Supriyo seperti dilansir dari
JPNN, Jumat (6/11).
Sebaliknya lanjut dia, kalau pada masa satu tahun pertama pemerintahan Jokowi ini mampu memukau rakyat Indonesia atau setidaknya sama dengan janji-janji politiknya, maka tidak sulit bagi mantan Gubernur DKI itu untuk membuat kendaraan politiknya di pilpres yang akan datang.
"Kalau dengan modal kepercayaan publik yang semakin berkurang ini Jokowi memaksakan diri membuat partai politik baru, maka ini langkah spekulatif dan PDIP pasti akan mencoretnya sebagai petugas partai," ujar Agung.
Menjawab pertanyaan tentang dugaan banyak pihak bahwa pendukung Jokowi yang tergabung dalam Pro-Jokowi (Projo) merupakan cikal-bakal partai politik baru, Agung menggeleng tanda tak setuju.
"Projo itu hanya untuk bargaining position Jokowi ketika berhadapan dengan kader PDIP. Tapi secara individu, Jokowi masih jauh di bawah Megawati," tukas Agung.
[rus]
BERITA TERKAIT: