"DPR masih reses. Kalau pun ada rapat lagi akan mulai sekitar tanggal 11, 12, 13 November, yang merupakan hasil keputusan rapat internal tanggal 29 Oktober," sebut Rieke dalam keterangannya, Rabu (4/11).
Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, pada tanggal tersebut pansus tidak ada menjadwalkan pemanggilan terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Agenda pemanggilan pada tanggal tersebut, tidak ada sama sekali wacana pemanggilan Wapres Jusuf Kalla," tegas Rieke.
Menurutnya, jika ada pihak-pihak yang hembuskan masalah tersebut, itu justru aneh. Jangan-jangan upaya untuk membentuk opini publik agar publik anti terhadap Pansus Angket Pelindo II.
"Nah, harus ditelusuri siapa saja yang 'gaduh' karena keberadaan pansus ini. Termasuk pengamat yang menyatakan pansus ini tidak penting. Kalau tidak penting kok dikomentari," tukas Rieke yang juga anggota Komisi IX.
[rus]
BERITA TERKAIT: