"Inilah saat yang tepat untuk melakukan kebangkitan politik ke-2, mengulangi kegemilangan yang pernah dicapai Golkar setengah abad yang lalu," kata Ketua Pelaksana Peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 Partai Golkar, Fayakhun Andriadi dalam pidatonya di kantor DPP Golkar, Jakarta.
Fayakhun mengatakan ketika dulu negeri ini menghadapi problem yang sama seperti saat ini, Golkar sukses menjadi jawaban. Golkar saat itu memberikan substansi bagi demokrasi, yaitu membawa kesejahteraan bagi bangsa.
Di hadapan Ketua Umum HR Agung Laksono, Sekjen Zainudin Amali, pengurus lainnya dan para kader, Fayakhun mengatakan kunci mencapai kebangkitan tersebut adalah partai harus kembali pada khittah yang ditorehkan 51 tahun yang lalu, yaitu kekaryaan yang nyata.
"Kembali berjalan di rel khittah kekaryaan adalah kunci kebangkitan politik Golkar. Golkar harus mengembalikan persenyawaan tiga elemen: intelektualitas, profesionalitas, dan aktualitas. Persenyawaan ini akan mengatasi problem demokrasi kita yang hampa karya nyata. Golkar harus menekankan pada aspek fungsional dan profesional. Memberikan bukti konkret dalam bentuk kinerja nyata," papar doktor ilmu politik lulusan Universitas Indonesia ini.
Lebih lanjut Ketua DPD Golkar DKI ini mengatakan, ada sebuah ruh perjuangan masa awal Golar yang sejatinya harus diingat dan dijalankan saat ini, yakni 'kaya ide, minim biaya'. Secara faktual, katanya, saat ini Golkar telah mengalami pembalikan kultur menjadi 'minim ide, kaya biaya'.
"Kita harus mengubah pola yang sudah bergeser jauh dari khittah awal Golkar ini. Kebangkitan politik kembali Golkar hanya bisa dicapai jika partai ini kembali pada semangat awal pendirian, yaitu sebagai kumpulan para profesional dan fungsional yang selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk bangsanya dan berkarya untuk bangsanya. Lupakan olah-mengolah. Khittah ini harus kita hidupkan kembali pada Golkar sekarang," demikian Fayakhun.
[dem]
BERITA TERKAIT: