"Jelas-jelas KPK sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus megakorupsi BLBI dan beberapa saksi telah dimintai keterangan, kok Luhut Binsar bisa-bisanya bilang kasus BLBI tutup buku. Aneh!" kata Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/10).
Aktivis mahasiswa 1998 ini menduga, Luhut begitu percaya diri mengatakan kasus BLBI ditutup karena salah seorang anak buahnya di Kemenkopolhukam ikut menjadi petinggi di KPK.
"Apakah karena Heru Winarko (anak buah Luhut) sudah disisipkan menjadi deputi penindakan di KPK," kata Iwan Sumule lagi.
Dia mengingatkan bahwa kasus megakorupsi SKL BLBI yang diduga melibatkan Megawati Soekarnoputri sangat nyata dan terang. Megawati bermasalah dalam kasus settlement obligor besar seperti Anthoni Salim, Sjamsul Nursalim, Prayogo Pangestu, Marinutu Sinivasan, dan Bob Hasan.
Para obligor dan sekaligus debitor besar BLBI sebagian besar settlementnya di masa Gus Dur, tapi kemudian Megawati sebagai presiden menerbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) tanpa surat pembebasan tuntutan di kemudian hari alias release and discharge. Dengan surat ini pemerintah menganggap lunas utang debitor dan obligor sekaligus membebaskan dari tuntutan pidana. Karena itulah Iwan Sumule berharap KPK segera menuntaskan kasus BLBI.
"Pemberian SKL dan release and discharge BLBI banyak mengandung kejanggalan. Ini pula yang menyebabkan KPK dikriminalisasi sampai disusupkan orang-orang mereka. KPK harus bangkit, tuntaskan kasus BLBLI agar dapat memberikan rasa keadilan kepada rakyat," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: