Kata Kiai Said Hari Santri Bisa Jadi Pembangkit Patriotisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 06 Oktober 2015, 17:32 WIB
Kata Kiai Said Hari Santri Bisa Jadi Pembangkit Patriotisme
rmol news logo Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengusulkan agar pemerintah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Tanggal ini dipilih merujuk terbitnya Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari melawan penjajah tanggal 22 Oktober 1945 silam.

Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siraj katakan Resolusi Jihad Kyai Hasyim ketika itu merupakan tonggak perjuangan bangsa demi menjaga kemerdekaan.

Puncak dari Resolusi Jihad itu menurut Kiyai Aqil ketika dipertahankannya Surabaya oleh para Santri dari beberapa Pondok Pesantren di Jawa Timur pada 10 November 1945 melawan tentara Jepang.

"Banyak santri dan ulama yang turut berjuang untuk kemerdekaan bangsa. Bahkan, seorang santri bernama Harun meninggal saat memasang bom yang akhirnya membunuh Brigjen Malabi," ujarnya dalam konferensi pers Hari Santri Nasional di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (6/10).

Perayaan Hari Santri Nasional, lanjutnya, sebagai momentum untuk mengingat jasa pahlawan dan pembangkit patriotisme karena belakangan ini marak muncul ideologi yang tidak sesuai dengan ke-Indonesiaan.[dem]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA