Begitu kata Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) Beni Pramula dalam keterangannya kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Sabtu (26/9).
"Jokowi-JK mandul dalam memimpin negara. Ide dan gagasannya lemah dalam mengambil keputusan. Keduanya juga lamban mengatasi persoalan bangsa dan cenderung acuh terhadap krisis ekonomi yang melanda," ujarnya.
Beni menjabarkan beberapa indikasi bahwa Indonesia sedang mengalami krisis moneter. Seperti devisit neraca pembayaran yang besar karena inflasi yang tidak terkontrol, utang luar negeri yang semakin melambung, suku bunga tinggi, dan kurs mata uang tidak seimbang.
Penyebab krisis moneter tersebut, lanjutnya, lantaran negara gagal dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berdampak langsung ke masyarakat.
"Ini merupakan kegagalan negara dalam merumuskan kebijakan ekonomi makro yang tercermin dari kombinasi nilai tukar yang kaku. Dengan demikian berarti ada regulasi fiskal yang bocor, inflasi yang merupakan hasil dari apresiasi nilai tukar efektif riil, defisit neraca pembayaran dan pelarian modal yang lengah dari perhatian pemerintah," sambung presiden Organisasi Pemuda Asia Afrika (Asian African Youth Government).
Untuk segera mengatasi semua masalah bangsa itu, Beni mengajak seluruh elemen masyarakat membentuk konsensus politik berskala nasional untuk mengganti kepemimpinan nasional.
"Ini perlu konsensus nasional antara elit negeri ini, tokoh agama, masyarakat, pemuda, pelajar, mahasiswa untuk mengganti kepemimpinan nasional dan menyusun langkah progresif membentuk program nasional untuk cepat keluar dari krisis moneter," tandasnya.
Dalam keterangannya, Beni mengatakan tengah menggalang dukungan untuk membentuk Barisan Oposisi Nasional. Rencananya barisan ini akan dideklarasikan pada awal Oktober ini, di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
[ian]
BERITA TERKAIT: