Ia beralasan penggeledahan itu dilakukan tanpa pemberitahuan dan dirinya belum pernah sama sekali diperiksa.
Saat tim penyidik Bareskrim menggeledah kantornya, Lino panik. Dia menelpon Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil membawa-bawa nama Presiden Jokowi dan mengancam mundur.
Tidak sampai disitu, Lino juga 'melawan' kepretan Menko Maritim Sumber Daya Rizal Ramli terkait penghancuran beton di Pelabuhan Tanjung Priok.
Menanggapi hal itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) PT Pelindo II Komisi VI dengan RJ Lino ‎di Ruang Rapat Komisi VI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu kemarin, 16/9), Lino diminta merubah gaya kepemimpinannya, agar tidak membuat gaduh di tengah perekonomian nasional yang mengkhawatirkan saat ini.
Namun saat dikonfirmasi, Lino mengaku tidak bisa mengubah gaya kepemimpinannya tersebut.
"Menurut saya model saya begini terus, ya begini terus, tidak bisa diubah," ujar Lino kepada
Kantor Berita Politik RMOL usai rapat kemarin.
[wid]
BERITA TERKAIT: