‎"Pemerintah Indonesia berharap hal itu (santunan) betul-betul bisa direalisasikan, sehingga bagi keluarga korban ada sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Mudah-mudahan pemerintah Saudi Arabia bisa merealisasikannya," ujar Menteri Lukman di Saudi Arabia seperti disiarkan salah satu stasiun televisi swasta nasional, Rabu (16/5).
Menteri Lukman tahu kabar akan ada ‎pemberian diyat bagi korban musibah jatuhnya crane sejak kemarin dari pemberitaan surat kabar di Saudi. Namun dia memastikan hingga saat ini pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah Saudi.
Pemberitaan sejumlah surat kabar di Saudi menyebutkan bahwa Raja Salman bin Abdul Aziz akan memberikan santunan bagi seluruh calon haji yang menjadi korban musibah jatuhnya crane pada Jumat (11/9) pekan lalu.
P‎emerintah Kerajaan Arab Saudi akan memberikan bantuan kepada korban meninggal dan cacat seumur hidup ‎sebesar satu juta riyal atau sekitar Rp 3,8 miliar.‎ Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga akan memberikan bantuan sebesar 500 ribu riyal atau sekitar Rp 1,9 miliar kepada setiap korban yang terluka.
Bantuan lainnya adalah menghajikan dua orang dari keluarga korban yang meninggal sebagai tamu kehormatan kerajaan pada musim haji 1436H atau tahun 2016M, serta memberikan visa kunjungan khusus kepada keluarga korban yang masih menetap di rumah sakit selama periode yang tersisas dari musim haji tahun ini.‎
Akibat musibah itu sebanyak 11 jemaah Indonesia meninggal dunia dan 42 jemaah mengalami luka berat dan ringan. Saat ini 23 jemaah telah kembali ke kelompok terbang (kloter) masing-masing dan 19 orang masih dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Arab Saudi.
‎"Sampai saat ini kami terus mengkonfirmasi kejelasan kabar mengenai hal ini. Tadi pagi sudah kami tugaskan petugas untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi kepada pihak berwenang di pemerintahan Saudi Arabia," demikian Menteri Lukman.
[dem]
BERITA TERKAIT: