Hal itu terungkap saat Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI meninjau pemondokan, katering, transportasi dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi jamaah haji di Madinah.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengawasan pelaksanaan ibadah haji tahun 2015 yang dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay.
"Kami melihat bahwa bus yang disediakan naqobah, untuk jamaah Indonesia mendapat bus Abu Sarhad dengan kualitas seadanya. Sementara tadi kami melihat untuk jamaah dari turki dengan bus yang sama mendapatkan kualitas yang jauh lebih baik,†ujar Saleh Partaonan Daulay.
Saleh menambahkan, usulan Kementerian Agama yang menginginkan upgrade naqobah agar jamaah mendapatkan pelayanan yang lebih baik dinilai tidak perlu, sebab tidak ada jaminan jamaah dapat menggunakan bus dengan kondisi yang lebih baik.
"Perlu ada negosiasi dengan pihak naqobah." tuturnya.
Selain itu juga, lanjut Saleh, Tim engawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI mendorong Kementerian Agama untuk dapat menyiapkan sejumlah bus cadangan agar jamaah dapat terangkut dengan cepat. Termasuk, mendorong petugas di Madinah untuk bekerja optimal dalam membantu kelancaran jamaah haji Indonesia selama berada di tanah suci.
"Kami mengimbau petugas di Madinah guna bersungguh-sungguh dalam membantu jamaah," tegas Saleh.
Untuk lebih memperlancar penyelenggaraan ibadah haji, Tim Pengawas Penyelenggaraan Ibadah Haji DPR RI mendesak pemerintah lebih meningkatkan peran diplomasi. Hal ini mengingat jamaah Indonesia yang terbanyak jumlahnya. Saleh berharap pihak Arab Saudi memberi perhatian khusus bagi jamaah haji asal Indonesia.
[wid]
BERITA TERKAIT: