Gubernur wilayah Mekah, Pangeran Khalid al-Faisal menginstruksikan investigasi dilakukan sesaat setelah sebuah katrol merah ambruk dan menimpa Masjidil Haram, pada Jumat (11/9).
Sementara Direktur Jenderal Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi, Letnan Sulayman Bin-Abdullah al-Amr menyebut bahwa angin kencang berkecepatan 83 km/jam yang disertai hujan deras menjadi penyebab insiden tersebut terjadi.
Sedangkan analis dari Islamic Heritage Research Foundation Irfan Al-Alawi mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi seharusnya memikirkan keselamatan warga dan calon haji. Artinya 15 katrol besar yang berada di sekeliling Masjidil Haram harus sudah diprediksi faktor keselamatannya..
"Arab Saudi harus memikirkan ulang strategi keselamatan dan kesehatan lantaran ada 800.000 orang di kawasan masjid saat insiden berlangsung," kata Al-Alawi sebagaimana dikutip
BBC (Sabtu, 12/9).
Konstruksi memang tengah dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi. Tujuannya untuk memperluas area di sekitar Masjidil Haram hingga 400.000 meter persegi. Sehingga perluasan ini diharapkan bisa menampung sebanyak 2,2 juta jamaah haji sekaligus.
[ian]
BERITA TERKAIT: