Tommy Soeharto: Petugas Partai Hampir Sama dengan Petugas Parkir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 23 Juli 2015, 03:41 WIB
Tommy Soeharto: Petugas Partai Hampir Sama dengan Petugas Parkir
rmol news logo Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputi kembali melontarkan istilah petugas partai.

Pada acara pembekalan calon kepala daerah di Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7), Megawati mengungkapkan istilah petugas partai merupakan keputusan kongres PDIP, bukan usulan pribadi dirinya.

Seperti saat diserukan pertama kali oleh Megawati, kali ini penyebutan istilah petugas partai kembali menuai kritik. Kritik antara lain disampaikan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Menurut putra Presiden RI kedua Soeharto ini, istilah petugas partai tidak pas untuk menyebut seorang presiden.

"Petugas rakyat tentu mendapat upah dari rakyat, itu wajar. Kalau petugas partai tapi diupah rakyat kira-kira yang untung siapa, yang rugi siapa?" kata Tommy melalui akun twitter-nya, @HutomoMP_9.

Sebagai petugas rakyat, katanya, maka sikap dan tindakannya harus sesuai dengan kehendak rakyat.

"Petugas rakyat dilarang tambah-tambah libur jika tidak diizinkan rakyat," katanya mencontohkan.

Menurut Tommy yang sejak lama menyerukan keprihatinan terkait konflik dualisme kepengurusan Partai Golkar, istilah petugas partai hampir sama dengan petugas parkir jalanan.

"Walaupun tempat parkir sudah penuh dipas-pasin jika masih ada yang ngantri," kicau Tommy di akun yang sudah diakui miliknya itu.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA