Hal tersebut, diketahui pada saat politisi senior itu berkunjung ke Siboga dan Tapanuli Tengah di Sumatra Utara beberapa waktu lalu.
"Saya baru dari Sumatera Utara ke daerah Sibolga dan Tapanuli tengah, di sana ada pelaksana tugas dari Agung itu adalah ketua daerah dari Perindo (Partai Persatuan Indonesia, besutan Hary Tanoesoedibjo)," ungkap Akbar saat memberikan kata sambutan di Rapimnas Partai Golkar ke-VIII di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (13/6)
Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa selama dirinya mengabdi di Partai Golkar belum pernah ada ketua Dewan Pimpinan Daerah diduduki oleh kader partai lain. Menurutnya hal tersebut akan menciderai loyalitas kader partai berlambang beringin itu.
"Tidak ada sejarahnya orang dari partai lain langsung jadi ketua Golkar. Tidak ada sejarahnya di Golkar," ujar Akbar dengan nada kecewa
Akbar juga menambahkan, dengan tindakan yang dilakukan oleh Agung Laksono dengan mengkonsolidasikan kader-kader partai di daerah telah membuktikan bahwa kubu Munas Jakarta mengabaikan produk-produk hukum yang telah ada.
"Yang menjadi andalan dia (Agung Laksono) adalah surat keputusan Menkumham, yang mengesahkan dia (Agung Laksono). Padahal putusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) telah mencabut keputusan Menkumham itu. Kita menghadapi manusia yang seperti ini, harus diperhatikan betul," pungkas Akbar.
[ian]
BERITA TERKAIT: