Peneliti LIPI Desak Pemerintah Ikuti Filipina dalam Menulis Sejarah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 10 Juni 2015, 18:56 WIB
rmol news logo Pemerintah Indonesia harus mengikuti langkah Filipina yang mewajibkan para mahasiswa mempelajari pemikiran founding fathernya, Jose Rizal selama satu tahun penuh.

Dengan begitu, kekeliruan tentang sejarah Soekarno bisa ditanggulangi.

Begitu kata peneliti LIPI Asvi Warman Adam dalam diskusi DPD RI bertajuk bertajuk 'Menulis Ulang tentang Sukarno' di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 10/6). Pernyataan Asvi ini menanggapi pidato Presiden Jokowi yang salah menyebut tempat lahir Sukarno.

"Di Filipina pemikiran tentang Jose Rizal yang founding father dijadikan mata kuliah wajib selama setahun. Ini seharusnya bisa jadi rujukan di sekolah-sekolah kita," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia meminta agar buku sejarah mengenai riwayat Soekarno harus ditulis ulang dan diperbaharui. Pasalnya, ia menilai bahwa banyak sejarah tentang Soekarno yang tidak sesuai dengan fakta.

"Ada buku yang berisi tidak adil untuk Soekarno. Harus ditulis ulang. Kalau begini bagaimana buku-buku itu dapat jadi rujukan?" tandasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA