Dari hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) diketahui, sebanyak 75,2 persen publik tidak puas dengan kinerja Jokowi di bidang pendidikan.
Direktur Eksekutif IDM, Iwan Sumule mengatakan, di sektor pendidikan, Jokowi dianggap tidak bisa menahan laju mahalnya biaya pendidikan yang harus ditanggung masyarakat akibat naiknya harga buku-buku, alat tulis dan seragam sekolah.
Selain itu, carut marutnya sistim pendidikan, jadi alasan publik tidak senang dengan Jokowi.
"Dimana Kemendikbud menganti semaunya kurikulum sehingga buku-buku selalu berubah dan tidak dapat digunakan oleh anak didik yang berikutnya," ujar Iwan Sumule kepada redaksi, Kamis (14/5).
Ia menambahkan, bocornya soal UN baru-bari ini, dan banyaknya gedung sekolah yamg tidak layak juga menunjukan kinerja buruk Jokowi di sektor pendidikan.
Survei Indonesia Development Monitoring (IDM) ini dilakukan pada 18 April-28 April 2015 dengan jumlah responden 1.250 orang. Survei mengunakan metode
multi stage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan
margin error +/- 2,7 persen.
[rus]
BERITA TERKAIT: