Menteri Anies: IFLC Ajang Pengenalan Kebudayaan Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 11 April 2015, 17:46 WIB
rmol news logo Acara festival bahasa dan kebudayaan internasional merupakan kesempatan bagi para pelajar Indonesia untuk bertukar pikiran dan mengetahui kebudayaan negara-negara lain.

Begitu kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam sambutannya di acara festival  bahasa dan kebudayaan internasional yang diadakan di Gedung kesenian Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 11/4).

Menurutnya, budaya merupakan pembentuk karakter dan membentuk perilaku manusia. Indonesia sebagai tuan rumah berkesempatan memperkenalkan beragam budaya yang bisa menjadi contoh adanya persatuan dan saling menghormati.

Mantan Rektor Paramadina itu menjelaskan bahwa salah satu kebudayaan Indonesia yang bisa menjadi contoh persatuan adalah pertunjukan angklung dan tari saman.

"Jenis penampilan angklung dan tari saman membutuhkan kerjasama tim. Ini menunjukkan kerjasama tim untuk mengubah dunia," ungkap Anies.

International Festival of Language and Culture/IFLC (Festival Bahasa dan Budaya International/FBBI) merupakan satu rangkaian festival bahasa dan budaya yang telah diselenggarakan selama 12 tahun di berbagai negara dan diikuti oleh 145 negara dengan lebih dari 2000 pelajar sebagai peserta.

Tahun ini, Indonesia akan menjadi salah satu negara bagi penyelenggaraan IFLC ke-13 yang akan diikuti oleh lebih dari 100 pelajar dari 20 negara seperti Jerman, Turki, Indonesia, Malaysia, Thailand. Australia, Myanmar, Ethopia, India, Albania, Kazakhstan, Amerika Serikat, Georgia, Nepal, Tunisa, Azerbaijan, Jordania, Mongolia, Filippina dan Vietnam

Sebelumnya pada tahun 2012, acara ini diselenggarakan di Turki, acara ini menjadi sebuah ajang kegiatan pertemuan seni budaya dari berbagai negara. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA