Begitu disampaikan Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara dalam testimoninya usai menerima penghargaan Solidaritas Bangsa mewakili Bupati Purwakarta, Dedi Mulyani pada puncakTournament Golf Charity di Palm Hill Golf Sentul, Bogor, tadi malam (Jumat, 10/4).
Kegiatan ini digelar atas kerja sama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dengan
Kantor Berita Politik RMOL dan Palm Hill Golf Club.
Dadan dalam kesempatan itu pun menjabarkan berbagai program pelayanan publik Pemkab Purwakarta yang sudah dan tengah berjalan hingga kini. Salah satunya, pengobatan keliling ke desa-desa.
"Kami satu minggu dua kali mengadakan pelayanan publik ke setiap desa, keliling, itu semua sampai kesehatan kambing. Jadi kami total," beber Dadan.
Sedangkan untuk menghindari peredaran makanan tidak sehat, sebagaimana masukan dari dokter, lanjut Dadan, Pemkab melarang ada pedagang berjualan di dekat sekolah-sekolah.
"
Alhamdullah sekarang kosong, tak satu pun pedagang di SD, SMP, SMA karena awalnya disitu, banyak makanan yang dijual mengandung pewarna untuk mumi, jadi membahayakan," imbuhnya.
Sebagai kompensasi aturan itu, para pedagang diberi uang kerohiman berkisar 1-2 juta per orang dan para siswa diwajibkan membawa makanan racikan dari rumah. Mereka juga harus jalan kaki atau pakai sepeda tiap berangkat sekolah.
Pemkab juga menggerakkan kearifan lokal dengan melarang menanam padi dan tanaman menggunakan bahan kimia. Program ini sebagai bagian dari ketahanan pangan yang sudah berlangsung sejak empat tahun lalu di Purwakarta.
"
Alhamdulillah organik nonorganik sudah selesai dan ini memberi nilai ekonomi bagi petani, berasnya lebih mahal dan diterima. Ini kami lakukan untuk kesehatan," jelasnya.
[wid]Â
BERITA TERKAIT: