Selain itu, Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon pernah meminta Presiden Jokowi mereshuffle tiga menteri bidang ekonomi karena keberadaan mereka di kabinet dapat membahayakan negara dengan menimbulkan mafia baru di bidang energi. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri BUMN Rini Sumarno.
Mencermati dinamika ini, politisi PDIP Bethor Suryadi berpendapat, perlu ada sosok yang bisa mengisi 'ruang politik' antara Jokowi dengan Megawati.
"Berjaraknya antar Istana Jokowi dengan markas PDIP Teuku Umar Megawati, merupakan 'ruang politik' untuk menampilkan kader yang handal yang secara pribadi sosoknya dekat dengan Jokowi dan Megawati," ujar dia kepada redaksi, Rabu (25/2).
Jelas Bethor, figur yang cocok dan tepat mengisi 'ruang politik' antara Jokowi dengan Megawati adalah M. Yamin Mangkunegara. Ia adalah mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP, dan mempunyai pergaulan yang dekat dengan politisi senior PDIP yang juga suami Megawati, alhamrhum Taufiq Kiemas.
"Walaupun bukan personel DPP, posisi Yamin ini dapat mencairkan Jokowi-Megawati sebelum partai berkongres. Yamin satu diantara sahabat Jokowi yang sering ke Istana via pintu khusus, begitu juga ke Teuku Umar," tandas Bethor.
[rus]
BERITA TERKAIT: