Seperti diketahui, belakangan ini politisi PDIP Junimart Girsang mendapat kritikan pedas karena telah merendahkan Buya Syafii dengan menyebut Buya Safii dan posisinya sebagai Ketua Tim Konsultatif Independen (Tim 9) untuk membantu mencari penyelesaian kisruh KPK-Polri, sebagai orang yang tidak jelas.
Jelas Budiman, bersama tokoh-tokoh seperti Gus Dur, Gus Sholah dan Din Syamsudin, Buya Safii sangat mendapat terhotmat di mata kader-kader PDIP.
"Jangan sekali-kali melupakan sejarah, begitu kata Bung Karno," ujar Budiman dalam keterangannya kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (6/2).
Buya Syafii Maarif turut menginisiasi lahirnya Baitul Muslimin Indonesian (BMI), sayap PDIP yang digagas bersama dengan politisi senior PDIP almarhum Taufik Kiemas. BMI adalah ormas sayap partai yang didirikan sebagai wadah bagi pegiat partai berlatar aktivis Islam. Ormas sayap partai ini didesain untuk memupuk spiritualitas, keagamaan, toleransi, penghormatan atas keberagaman, sesuai dengan ideologi partai dalam satu payung Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Budimana, Buya Syafii sebagaimana diketahui banyak orang adalah tokoh Muhmamadiyah yang memiliki integritas yang tinggi dengan pemikiran yang mengedepankan persatuan, nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, pluralisme.
"Seluruh nilai-nilai pemikiran Buya Syafii sejauh saya ketahui sejalan dengan garis ideologi PDI Perjuangan," ungkapnya.
"Selama saya masih aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Jogjakarta, selain mengenal Buya Syafii Maarif secara pribadi, saya juga mengenal pemikiran beliau yang patut tidak diragukan semangat demokrasi dan nilai-nilai kebangsaannya," tambah Budiman.
[rus]
BERITA TERKAIT: