Jalur Independen jadi Favorit di Pilkada 2015

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 06 Februari 2015, 08:36 WIB
Jalur Independen jadi Favorit di Pilkada 2015
foto:net
rmol news logo Penghapusan calon wakil kepala daerah sebagaimana tercantum dalam UU Pilkada yang sedang direvisi, dipastikan akan membuat para calon yang ingin maju di Pilkada 2015 akan semakin sulit mendapatkan 'perahu' partai politik.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara (UMSU) Arifin Saleh Siregar seperti dilansir dari MedanBagus.com, Jumat (5/2).

Menurutnya, sistem paket calon kepala daerah dengan calon wakil kepala daerah yang berlaku sebelum munculnya UU Pilkada yang baru ini, sangat memudahkan untuk mencari deal politik bagi partai pengusung.

"Karena biasanya calon kepala daerah dari partai A dan wakilnya dari partai B, itu memudahkan deal antara dua atau lebih partai pengusung," katanya.

Arifin menjelaskan, fenomena saat ini hampir tidak ada partai politik yang memenuhi syarat untuk mendukung sendiri calon mereka di Pilkada 2015. Disisi lain, calon yang akan diusung tidak lagi dengan sistem paket melainkan hanya calon kepala daerah saja (bupati/walikota dan gubernur).

"Tentunya ini semakin menyulitkan deal antar partai pendukung," sebutnya.

Kondisi ini lanjut Arifin akan membuat jalur independen atau perseorangan akan menjadi jalur favorit para calon yang ingin bertarung di Pilkada. Hal ini juga kemungkinan menjadi pilihan bagi calon yang berstatus incumben. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA