Menteri Susi: Harga Jaring di Indonesia Paling Mahal se-ASEAN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Senin, 26 Januari 2015, 13:16 WIB
Menteri Susi: Harga Jaring di Indonesia Paling Mahal se-ASEAN
ilustrasi/net
rmol news logo Harga jaring ikan di Indonesia 25 persen lebih mahal dibandingkan harga di Singapura. Tak pelak harga jaring ikan di Indonesia menjadi yang paling mahal di kawasan Asia Tenggara.

Begitu kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam penjelasannya di Rapat Kerja dengan DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 26/1).

"Harga jaring Indonesia termahal di ASEAN. Sudah begitu nelayan kita miskin," ujarnya.

Dijelaskan Susi bahwa harga jaring ikan di Indonesia mahal karena pemerintah memberikan tarif bea masuk cukup tinggi pada produk benang nilon impor. Padahal produk ini merupakan bahan dasar pembuat jaring ikan.

"Dulu saya ingin protes, bagaimana bisa nilon jaring disamakan dengan nilon pakaian. Tapi sayang, saya ada kesibukan di SusiAir," ujar pendiri maskapai SusiAir ini.

Susi menjelaskan bahwa saat ini impor nilon dikenakan tarif bea masuk sebesar 12 persen. Itu yang kemudian membuat harga nilon di dalam negeri tinggi. Sementara industri produk benang nilon di Indonesia masih belum berkembang.

"Produsen jaring hanya satu yang kuat yaitu di Cirebon yang lain tidak bisa,"sambungnya.

Lebih lanjut, ia meminta bantuan kepada komisi IV DPR agar tarif impor benang nilon tidak dikenakan kepada nelayan. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA