Situasi ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN yang apabila dimanfaatkan dengan benar akan membuahkan keuntungan yang tidak sedikit.
Begitu dijelaskan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Teguh Santosa dalam diskusi bertajuk "Pemuda Daerah Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015" di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, (25/12).
Menurut Teguh yang juga dosen jurusan hubungan internasional di FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Indonesia perlu mempelajari apa yang dilakukan Thailand dalam menghadapi MEA 2015.
Negeri gajah putih itu bukan hanya menggembar-gemborkan isu MEA 2015, tetapi mengerjakan hal paling dasar, terutama mempersiapkan masyarakatnya, baik kelompok industri maupun kelompok pekerja terampil.
Di Thammasat University di Thailand pun, misalnya, sudah sejak tujuh atau delapan tahun terakhir ada jurusan bahasa Indonesia karena mereka menyadari bahwa Indonesia adalah aktor terbesar di ASEAN.
"Mereka siap menyambut orang Indonesia yang datang ke Thailand, dan siap mendatangi Indonesia. Sementara kita di Indonesia baru sebatas sibuk mencari restoran tomyam," ujar Teguh dengan nada bercanda.
[wid]
BERITA TERKAIT: