"Pada masa persidangan (DPR) awal tahun 2015 mudah-mudahan sesuai dengan kehendak saudara-saudara, kita dapat menolak Perppu (pilkada langsung) itu," ucap Ical dalam pidatonya di acara Munas Golkar di Bali, pekan lalu (Selasa malam, 2/12).
Namun kini, sikap Ical berubah 180 derajat. Ical menyatakan, Golkar siap mendukung Perppu Pilkada Langsung. Sepertinya, Ical tidak mau mati konyol menolak Perppu sendirian.
Perubahanan sikap ini disampaikan Ical melalui akun twitter pribadinya, @aburizalbakrie. Ada 18 cuitan yang disampaikan Ical. Mulai dari awal masuknya Perppu ke DPR, perjanjian Koalisi Merah Putih (KMP) untuk Perppu tersebut, sikap kader-kader Golkar di Munas, sampai keputusan Golkar untuk menerima Perppu itu.
Pakar politik dari Universitas Hasanuddin, Dr Adi Suryadi Culla, melihat, perubahan ini menunjukkan inkonsistensi Golkar dalam mengusung ide. Golkar hanya mencari untung, tapi saat menghadapi tentangan akan langsung mundur teratur.
"Inilah akrobatik politik Golkar. Dia suka menari-nari lincah di atas ombak. Tapi saat ada gelombang besar, tidak berani melawan,: ucapnya, Selasa malam (9/12).
Dengan kondisi sekarang, lanjut Adi, Golkar memang tidak mungkin menang dalam menolak Perppu Pilkada Langsung. Pihak-pihak yang mendukung Perppu itu makin banyak. Bahkan, partai-partai di Koalisi Merah Putih pun ikut mendukung Perppu bikinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.
"Gelombangnya terlalu kuat. Daripada kalah dan mati konyol, pilihan pragmatisnya ya Golkar memang harus ikut mendukung Perppu itu," sebut Adi.
[ald]
BERITA TERKAIT: