"Hanya 26,3 persen yang menyatakan Golkar tak aspiratif, dan 21,1 persen manyatakan tidak tahu," kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, dalam keterangan di Jakarta (Minggu, 30/11).
Sebanyak 52,6 persen juga, lanjut Rico, Golkar di bawah ketua umum ARB berhasil melakukan pendidikan politik. Hanya 31,6 persen yang menyatakan tidak berhasil melakukan pendidikan politik, dan 15,8 persen menyatakan tidak tahu.
"ARB juga dinilai 42, 1 persen pemilih berhasil melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas di tubuh Golkar. Hanya 31,6 persen yang menyatakan tak berhasil dan 26,3 persen menyatakan tidak tahu," ungkap Rico.
Rico menjelaskan, survei ini digelar pada 21-27 November lalu dengan melibatkan 1.000 responden. Sampel dipilih secara random dengan teknik
multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender di 33 Provinsi.
Margin of error survei ini sebesar plus minus 3,2 persen, dan dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Margin of error ini sebesar plus minus 3,2 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei ini, lanjutnya, menggunakan kuesioner dengan metode
face to face interview dan tambahan pertanyaan. Pada riset kali ini, Median mengidentifikasi terlebih dahulu responden, yang merupakan konstituen partai apa.
"Setelah jelas, mereka yang mengaku memilih Partai Golkar pada Pemilu 2014 lalu, kami ajukan pertanyaan terkait preferensi mereka terhadap calon Ketum Golkar dan evaluasi kinerja Aburizal Bakrie," paparnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: