Sejalan dengan itu Poros Muda Partai Golkar, melalui jurubicaranya, Andi Sinulingga, meminta agar tokoh Golkar terdiri dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Akbar Tanjung dan Ketua Mahkamah Partai, Muladi, menjadi inisiator konsensus di antara kedua belah pihak yang bersengketa dan dapat mengajak kedua belah pihak untuk menjaga soliditas Golkar.
"Proses pelaksanaan Munas harus dikembalikan pada mekanisme yang ada. Kepanitiaan Munas dan materi-materi yang akan dibahas dalam Munas harus disepakati di rapat pleno DPP secara terbuka dan demokratis," ujar Andi dalam rilisnya.
Setelah DPP Golkar menyatu kembali, lanjut Andi, seluruh kader atau pengurus Golkar yang dipecat mesti direhabilitaso sehingga semangat kebersamaan dan kekeluargaan Partai Golkar dapat erat kembali.
Poros Muda berpendapat, agar persiapan Munas berlangsung dengan baik, sebaiknya Munas tidak dilakukan bulan ini sebagaimana rekomendasi Wantim Golkar dan juga tidak dilaksanakan pada bulan Januari seperti kehendak kubu Agung Laksono, melainkan dilaksanakan pada 14 Februari 2015.
"Agar suasana Munas penuh dengan semangat kasih sayang sesama kader partai. Seperti semangat Valentine (hari kasih sayang internasional 14 Februari)," ungkapnya.
Diharapkannya dalam usul itu, seluruh kader Partai Golkar dapat mengikuti Munas dengan baik, dan semua kader partai dapat berkompetisi dalam dinamika yang sehat,
fair dan demokratis sehingga lahir pemimpin baru Partai Golkar yang bukan hanya berkualitas tapi juga dengan legitimasi kuat.
[ald]
BERITA TERKAIT: