"Kami mengutuk tindakan biadab polisi, karena perjuangan mahasiswa menolak kenaikan BBM adalah semata-mata untuk memperjuangkan suara rakyat yang memang semakin sulit kehidupannya," kata eksponen gerakan reformasi 98, Ahmad Kasino, dalam pesan singkat kepada wartawan, Jumat (28/11).
Menurut dia, sudah sepantasnya Polri berada di bawah Departemen Dalam Negeri supaya lebih bersikap "sipil" ketimbang militeristik. Ia menyebut kekerasan polisi terhadap aksi-aksi protes mahasiswa di berbagai daerah sudah sangat membahayakan kehidupan demokrasi Indonesia.
Contohnya, perilaku tidak beradab anggota polisi yang merusak fasilitas mushala As Syakirin RRI di Kota Pekanbaru, Riau, saat menangani unjukrasa mahasiswa, dan tindakan represif yang mengakibatkan wafatnya warga Makassar waktu aksi menolak kenaikan harga bersama mahasiswa UMI Makassar.
Sedangkan terkait kebijakan harga BBM yang membuat beban ekonomi rakyat kecil semakin berat, dia mendesak Presiden Joko Widodo berani mencopot menteri-menteri bidang ekonomi yang bermahzab neoliberalisme, yang malas berpikir mencari solusi defisit anggaran selain menaikkan harga BBM.
[ald]
BERITA TERKAIT: