Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu terasa tidak adil bagi masyarakat.
Fahri mencontohkan, puluhan juta warga negara yang menerima subsidi BBM adalah pengguna motor. Sebagian besar menggunakan motor untuk ke tempat kerja mencari penghasilan.
"Bayangkan saja beribu-ribu pengendara motor itu apa ada yang hanya berleha-leha," ujarnya saat ditemui di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/11).
Selain itu kata Fahri, setiap hal kecil semisal dana yang dipungut negara dari rakyatnya harus jelas untuk kepentingan apa.
"Kalau Anda diminta uang parkir di pinggir jalan itu, sudah menjadi hak Anda menanyakan untuk apa uang tersebut," imbuhnya.
Fahri menyarankan keterbukaan pemerintah terhadap masyarakat. Pemerintah jangan malah berdalih uang subsidi BBM selama ini tidak bermanfaat untuk rakyat.
"Bilang saja, mohon maaf saya belum bisa ambil dari tempat lain, jadi ambil dari kantong rakyat. Itu lebih
fair, dan rakyat akan merasa tidak dibohongi. Jadi cobalah terbuka dengan rakyat," ujarnya.
Fahri juga menilai mungkin saja ada orang-orang di balik Jokowi yang akhirnya membuat Jokowi pusing soal subsidi harga BBM.
"Kalau dulu dianggap ngomong lurus, sekarang agak muter-muter dia (Jokowi). Jangan-jangan ada orang yang mempengaruhi di balik dia, kasihan dong dia," ujarnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: