200 TAHUN BOROBUDUR

Puan Maharani: Borobudur Inspirasi dan Perekat Integritas NKRI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 17 November 2014, 17:43 WIB
Puan Maharani: Borobudur Inspirasi dan Perekat Integritas NKRI
rmol news logo Untuk mewujudkan bangsa dengan kepribadian dan bermartabat kuat, harus mampu mengubah cara fikir dan tindak masyarakatnya melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif dalam rangka memperkuat kepribadian dan ma.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menanggapi berbagai aneka kegiatan untuk menyambut 200 tahun penemuan Candi Borobudur di Jakarta (Senin, 17/11).

Menurut Puan, dengan perkembangan peradaban saat ini, salah satu tantangan besar bangsa Indonesia adalah melastarikan situs Borobudur, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi. Indonesia juga harus memperkuat integritas kehidupan berbangsa dan bernegara menuju bangsa yang berkepribadian dan bermartabat.

Akhir pekan kemarin, Puan Maharani bersama dengan Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rebbeca Razavi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menandatangani poster prangko pada acara peluncuran prangko seri 200 Tahun Penemuan Borobudur di Taman Lumbini, Komplek Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tahun ini, sejak ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada 1814, Candi Borobudur sudah genap berusia 200 tahun

Borobudur adalah candi atau kuil Budha terbesar di dunia sekaligus salah satu monumen Budha terbesar di dunia.  Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran dengan proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 2011 atas upaya Pemerintah RI dan UNESCO. Situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia (World Culture Heritage) pada tahun 1991 yang didasarkan pada hasil karyanya yang mahakarya, unik dan berkaitan langsung dengan tradisi atau peristiwa dengan makna universal yang luar biasa.

Puan Maharani menjelaskan, Borobudur selalu digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan tiap tahun umat Budha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara dalam rangka memperingati Trisuci Waisak. Borobudur juga menjadi salah satu obyek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Pada  peringatan yang ke-200, Menko Puan menyebutkan Pemerintah menyambut baik atas gagasan dan prakarsa yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah, Balai Konservasi Borobudur (BKB) dan PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko. Peringatan ini dengan menyelenggarakan suatu perhelatan akbar dalam rangka memaknai penemuan dan kegunaan dari candi yang merupakan peninggalan raja-raja dinasti Syailendra tersebut, melalui berbagai rangkaian acara yang meliputi seminar, ritual agama, sendratari, music jazz, pameran, pemecahan rekor dunia/nasional dan lomba marathon 10 K yang dihadiri oleh berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara seperti Spanyol, Jepang, Brazil, Inggris dan Turki.

"Even ini telah ditetapkan menjadi salah satu agenda dalam kalender even Provinsi Jawa Tengah dan nasional, dan bahkan saya mengharapkan agar Kementerian Pariwisata dapat meningkatkannya sebagai even internasional tahunan," harap Puan.

Puan menambahkan di era global terlebih dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (EA) pada Desember 2015, interaksi lintas budaya menjadi kian meningkat dan sangat mempengaruhi eksistensi dan identitas budaya suatu bangsa. Karena itu semua pihak dituntut untuk berperan aktif sesuai dengan posisinya masing-masing untuk menjaga agar kehidupan budaya Indonesia tidak tergerus oleh budaya yang dapat mengancam kehidupan Bhineka Tunggal Ika. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA