Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Edi Siregar mengatakan, ia yakin tak akan ada interupsi pada sidang paripurna pelantikan Jokowi-JK. Pasalnya, semua mikrofon di meja anggota MPR dimatikan sehingga tak ada
peluang bagi mereka untuk melontarkan interupsi.
"Semua mikrofon dimatiin, kan hanya pelantikan, mau interupsi bagaimana," kata Edi, di sela-sela persiapan geladi kotor pelantikan Jokowi-JK, di Kompleks Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 17/10).
Selain itu, kata Edi, ia juga yakin para anggota MPR akan menjaga kekhidmatan acara pelantikan. "Kita yakinlah anggota akan menghormati diri mereka masing-masing," ujarnya.
Secara terpisah, Ketua MPR Zulkifli Hasan yang akan memimpin paripurna pelantikan Jokowi-JK belum memberikan jawaban yang lugas ketika ditanya mengenai cara membendung interupsi.
Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan anggota fraksinya tidak melakukan interupsi saat pelantikan Joko Widodo.
"Saya yakin dari PAN tidak ada," kata Wasekjen PAN Teguh Juwarno.
Teguh mengatakan tidak ada larangan bagi anggota untuk melakukan interupsi. Namun terdapat konsesus pimpinan fraksi bahwa pelaksanaan pelantikan presiden harus berlangsung khidmat dan lancar.
"Kalau interupsi secara subtansial hanya mencari panggung, kita menyepakati tidak terjadi," kata Teguh.
Dia pun berharap seluruh anggota dewan mencegah berinterupsi saat pelantikan Jokowi-JK. Pasalnya, hal itu dapat mengganggu kekhidmatan serta kehormpatan pengambilan sumpah presiden.
"Sekali lagi harapan saya supaya semua mencegah adanya interupsi," katanya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: