"Partai Golkar sudah mempunyai jaringan sosiologis yang hidup dan nyata, dan itu dibangun sejak tahun 50-an," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/10)
Sarwono pun membeberkan partai berlambang pohon beringin telah lahir atas kerjasama antara sipil dan militer seperti Kosgoro, Soksi, dan MKGR, sehingga memiliki banyak jaringan.
Mantan Anggota DPR RI ini menambahkan, bahwa Golkar memiliki dua ciri yakni secara sosiologis dan partai. Namun saat ini Golkar telah melupakan dan tidak merawat jaringan sehingga banyak yang mendirikan partai atau organisasi politik.
"Sudah lihat kan orang-orang Golkar aktif di tempat lain, ini karena dibiarkan jaringannya tidak dipelihara. Karena mereka lebih konsen membesarkan partai dan melupakan jaringan," Sarwono mengingatkan.
Oleh karenanya, mantan Menteri di era Soeharto ini pun mengingatkan kepada pengurus Partai Golkar agar menjaga jaringan, karena itu adalah modal dasar yang harus dikembangkan.
"Saat Bung Akbar jadi ketua umum, jaringanlah yang dibesarkan beliau. Jadi sekarang, politik logistik harus dicari solusinya, dan kedua jaringan harus diperkuat. Kita meski buat diri sebagai pembeda yang efektif dari yang lain," demikian Sarwono.
[rus]
BERITA TERKAIT: