Khianati Trisakti Bila Ada Orang Neolib dalam Kabinet

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 14 Oktober 2014, 18:13 WIB
Khianati Trisakti Bila Ada Orang Neolib dalam Kabinet
Ichsanuddin Noorsy/net
rmol news logo . Wajar bila wacana kehadiran kaum neoliberalisme dalam komposisi kabinet Jokowi-JK, seperti sosok Sri Mulyani, membuat risau kaum nasionalis. Sebab kaum neolib mengambil posisi sebagai pejuang-pejuang internasionalisme atau globalisme.

Kaum neolib ini, kata pengamat ekonomi-politik dan kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, misalnya melakukan liberalisasi perbankan, keuangan dan perdagangan sehingga Indonesia terkena krisis ekonomi moneter 1997/1998. Mereka juga merestrukturisasi perekonomian nasional berdasarkan titah IMF dan sangat demikian patuh terhadapnya.

Kelompok itu juga, lanjut Noorsy, berada di balik pembentukan Dewan Ekonomi Nasional pada era Abdurrahman Wahid sehingga tidak ada kebijakan yang tidak bocor ke Bank Dunia, IMF dan lembaga asing lainnya. Di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, kaum neolib mengakibatkan utang program makin meningkat sehingga peraturan dan kebijakan perekonomian nasional makin liberal.

"Kaum neolib menihilkan rasa kebanggaan sebagai bangsa berbasis konstitusi 1945," kata Noorsy beberapa saat lalu (Selasa, 14/10).

Dalam konteks mengingatkan Jokowi-JK agar semakin waspada, Ichsanuddin menyatakan seharusnya Jokowi-JK kembali memaknai Revolusi Mental, Trisakti Bung Karno, atau Nawacita. Pada titik itu, seorang Presiden dan Wakil Presiden harus selalu ingat sumpahnya memegang teguh Konstitusi.

"Yang berarti, siapapun Presidennya, harus konsisten dengan amanah Konstitusi sebagaimana Megawati menegaskannya dalam Pidato Pembukaan Rakernas PDI-P di Semarang, 19 Oktober 2014," jelas Ichsanuddin. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA