Kaum neolib ini, kata pengamat ekonomi-politik dan kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, misalnya melakukan liberalisasi perbankan, keuangan dan perdagangan sehingga Indonesia terkena krisis ekonomi moneter 1997/1998. Mereka juga merestrukturisasi perekonomian nasional berdasarkan titah IMF dan sangat demikian patuh terhadapnya.
Kelompok itu juga, lanjut Noorsy, berada di balik pembentukan Dewan Ekonomi Nasional pada era Abdurrahman Wahid sehingga tidak ada kebijakan yang tidak bocor ke Bank Dunia, IMF dan lembaga asing lainnya. Di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, kaum neolib mengakibatkan utang program makin meningkat sehingga peraturan dan kebijakan perekonomian nasional makin liberal.
"Kaum neolib menihilkan rasa kebanggaan sebagai bangsa berbasis konstitusi 1945," kata Noorsy beberapa saat lalu (Selasa, 14/10).
Dalam konteks mengingatkan Jokowi-JK agar semakin waspada, Ichsanuddin menyatakan seharusnya Jokowi-JK kembali memaknai Revolusi Mental, Trisakti Bung Karno, atau Nawacita. Pada titik itu, seorang Presiden dan Wakil Presiden harus selalu ingat sumpahnya memegang teguh Konstitusi.
"Yang berarti, siapapun Presidennya, harus konsisten dengan amanah Konstitusi sebagaimana Megawati menegaskannya dalam Pidato Pembukaan Rakernas PDI-P di Semarang, 19 Oktober 2014," jelas Ichsanuddin.
[rus]
BERITA TERKAIT: