Dalam jam pertama rapat dimulai, Ruang Rapat Paripurna I Gedung MPR/DPR, Jakarta sudah panas dengan adu serang lewat kata-kata.
Intinya, para politisi dari Koalisi Merah Putih meminta rapat paripurna diskors dengan berbagai alasan, salah satunya untuk melanjutkan rapat konsultasi. Pasalnya, masih banyak usulan berkembang terkait nama-nama dalam paket yang diajukan untuk menjadi pimpinan MPR.
Di sisi lain, politisi dari Koalisi Indonesia Hebat di bawah komando PDI Perjuangan meminta rapat paripurna dilanjutkan karena sudah ada keputusan dari rapat konsultasi pimpinan fraksi dan DPD kemarin malam.
Keributan juga terjadi ketika politisi dari fraksi Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay, berbicara. Ada beberapa poin yang disebutkannya dan intinya meminta rapat paripurna dihentikan sementara untuk dilanjutkan ke rapat konsultasi.
Namun, kesempatan berbicara dari Saleh dianggap ilegal dan terus menerus diganggu oleh politisi PDI Perjuangan, Aria Bima. Ia mengatakan, Saleh tidak mendapat izin dari Ketua Sidang sebelum melontarkan pendapat. Sedangkan rekan-rekan Saleh dan sebagian anggota DPR yang duduk di sekitarnya membela politisi PAN dari daerah pemilihan Sumatera Utara II itu sudah mendapatkan izin dari pimpinan sidang.
"Sudah dapat izin bicara belum? Anda harus tahu aturan, sudah dapat izin bicara belum? Ini pernyataan liar, Ketua," seru Aria Bima berulang-ulang menyelak kesempatan Saleh.
Sedangkan sebagian anggota DPR lain berteriak "Sudah dapat izin!"
Saleh pun sampai berdiri di tempatnya untuk melanjutkan kesempatan berpendapatnya sampai akhir.
Hujan interupsi sampai sekarang masih terus berlangsung dan kembali menunjukkan ketidakdewasaan berpolitik para anggota Dewan yang sudah dipilih langsung oleh rakyat.
[ald]
BERITA TERKAIT: